KORDANEWS – Dua bulan setelah ditinggal suami meninggal dunia, Fatimah (45)
kini harus menjadi orang tua tunggal untuk anak-anaknya, sekaligus
sebagai kepala Yayasan Anak Yatim Piatu Amar Maruf Nahi Munkar, Desa Tugumulyo, Ogan Komering Ilir (OKI).
Meski demikian, hal tersebut tidak membuat Fatimah menyerah untuk tetap menghidupkan yayasan yang sudah dibesarkan oleh suaminya sejak tahun 2009 ini. Di tempat ini, Fatimah menjadi ibu tidak hanya untuk anak biologisnya, melainkan juga bagi seluruh anak yatim piatu yang ada ditempat tersebut.
“Keseharian saya hanya mengurusi anak-anak di sini. Meski saya tidak bekerja di tempat lain, alhamdulillah rejeki terus mengalir berkat ridho Allah SWT,” ungkap Fatimah pada Irwansyah yang sedang bersilaturahim sambil salat Dzuhur bersama.
Sehari-hari, anak-anak di sini belajar mengaji dan menempuh pendidikan formal di sekitar lingkungan yayasan. Untuk biayanya, Fatimah mengandalkan bantuan donatur dan dari masyarakat setempat.
Berbagai upaya telah dilakukan Fatimah untuk memperjuangkan hak-hak anak-anak asuhnya. Terutama untuk pendidikan, ia berharap, siapapun nanti yang memimpin Sumatera Selatan dapat bersikap amanah dan memerhatikan pendidikan anak-anak tanpa tebang pilih.
”Mudah-mudahan dapat menjadi pemimpin yang amanah dan dipercaya oleh rakyat.
Insya Allah,” ungkapnya.
Sementara, Cawagub Irwansyah mengatakan kehadirannya di yayasan ini adalah niat untuk bersilaturahim bukan berkampanye.













