“Dugaan sementara tumpahan minyak tersebut berasal dari Kabupaten Lahat, karena kondisinya sangat pekat, kalau itu limbah dari rumah tangga tidak akan seperti itu,” ujarnya.
Saat ini pihaknya telah membuat laporan ke Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Selatan untuk mengecek dari mana asalnya tumpahan minyak tersebut, karena menurut Silfi, Sungai Lematang itu yang mengelolahnya DLH Provinsi Sumatera Selatan.
“Kita laporkan, dan kita akan segera selidiki secepat mungkin,” tegasnya. (Ari)
Editor : Mahardika













