KORDANEWS – Ratusan Masyarakat Kecamatan Rambang mengeluhkan pelayanan kesehatan yang sangat tidak terjangkau, apalagi kondisi geografis Kecamatan Rambang sangat jauh dari pusat Kota Muara Enim, sehingga menghambat masyarakat yang akan berobat.
Salah seorang tokoh masyarakat dari Desa Negeri Agung, Kecamatan Rambang, Rohidin mengungkapkan hal itu sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Namun yang lebih parah sejak Pemerintah Kota Prabumulih menolak pasien dari Kecamatan Rambang untuk berobat di RSUD Kota Prabumulih sejak enam bulan lalu.
“Saat kami mau berobat dengan menggunakan KK dan KTP di RSUD Kota Prabumulih kami ditolak, sehingga pelayanan berobat gratis yang sebelumnya dapat kami nikmati sekarang sudah tidak bisa dinikmati lagi,” ujar Rohidin kepada Kordanews.com
Dijelaskan Rohidin, masyarakat Kabupaten Rambang bisa berobat ke RSUD Kota Prabumulih, namun harus membayar dengan harga yang cukup mahal.
“Bisa berobat, tapi harus bayar, dan harus menggunakan BPJS, nah kalau mau ngurus itu bisa butuh waktu lama, apalagi posisi kami jauh dari pusat Kota Muara Enim,” tambah nya.
Senada dengan Armanto, warga Desa Sugi Waras, Kecamatan Rambang Kabupaten Muara Enim, dirinya membenarkan keluhan masyarakat bahwa masyarakat yang akan berobat ke Kota Prabumulih ditolak secara mentah-mentah dengan alasan Kabupaten Muara Enim ada hutang dengan Kota Prabumulih













