Untuk membersihkan tumbuhan dan material yang ada di sana, menurut Rifa’i pihaknya akan meminta bantuan perusahaan untuk meminjamkan alat berat.
Camat Pedamaran mengungkapkan, robohnya jembatan tersebut merupakan kedua kalinya. “Beberapa waktu lalu juga sempat roboh dan sudah diperbaiki, kali ini kembali terjadi. Memang debit air dan deras arus sungai tahun ini sangat deras, ungkapnya saat dikonfirmasi, Minggu (15/4).
Robohnya jembatan ini memang sedikit menghambat aktivitas dari warga setempat, pasalnya jembatan ini merupakan penghubung dua desa (Cinta Jaya – Pedamaran II).
“Untuk tetap beraktivitas, warga menggunakan perahu ataupun ketek sebagai alat untuk menyebrangi sungai,” katanya.
[irp]
Di Desa Cinta Jaya sendiri, menurut Camat, tercatat sekitar 3.000 kepala keluarga. Oleh karena itu, dirinya berharap agar jembatan dapat segera diperbaiki agar dapat kembali digunakan oleh warga. Sementara itu, pasca robohnya jembatan ini, baik warga maupun petugas dari Dinas PUPR bersama-sama membersihkan tumbuhan dan material yang tersangkut di tiang jembatan.
Editor: Janu













