KORDANEW- Sosok Raden Ajeng (R.A) Kartini bukan hanya memperjuangkan emansipasi wanita. Ia juga sosok cerdas yang merangkum kumpulan resep tradisional dalam sebuah catatan berbahasa Jawa.
Hari Kartini yang diperingati tiap 21 April ditujukan untuk mengenang sosok perempuan Jepara ini saat memperjuangkan hak-hak wanita di zamannya. Semasa hidup, R.A Kartini sering menulis surat untuk teman-temannya di Eropa yang bercerita soal kisah hidupnya.
Kebiasaan menulis ini rupanya juga dipraktekkan di dapur. Ia mencatat bahan dan cara membuat masakan khas Jepara dan beberapa masakan kolonial yang merupakan resep keluarganya, keluarga Sosroningrat.
Resep-resep masakan itu ditulis dalam aksara Jawa kemudian ditulis lagi dalam bahasa Jawa. Takaran bahannya pun masih memakai alat ukur abad 20 seperti kati, elo dan cangkir. Catatan resep R.A Kartini sempat dibukukan oleh sang cicit, Suryatini N. Ganie.

Buku itu diberi judul ‘Kisah & Kumpulan Resep PUTRI JEPARA Rahasia Kuliner R.A Kartini, R.A Kardinah dan R.A Roekmini’ pada tahun 2005. Agar lebih mudah dipraktekkan, takarannya disesuaikan dengan zaman sekarang.













