Lebih lanjut Syamsul mengatakan, terpengaruh politik uang atau terpengaruh karena diberi sesuatu dan bukan karena visi misi dan program paslon adalah sangat hina dan tercela.
Dijelaskan Syamsul, dalam menghadapi Pilkada harus berpikir jauh kedepan bukan berpikir jangka pendek. Harus berpikir bagaimana kelangsungan masa depan anak cucu ketika dipimpin oleh pemimpin yang tidak pro rakyat atau pemimpin tidak mampu menjadi pemimpin yang amanah. Maka segala sumber daya alam, kekayaan daerah tidak akan membuat masyarakatnya sejaterah.
“Untuk menghadapi Pilkada Kabupaten Muara Enim, ada beberapa catatan penting yang harus ditanamkan di benak kita semua, yakni pertama jangan terpengaruh politik uang karena kami sangat menyayangi masyarakat Kabupaten Muara Enim. Kedua pilihlah pemimpin yang mampu, dalam arti mampu ilmu, mampu pengalaman dan mampu membangun. Karena ada istilah kalau menyerahkan sesuatu pekerjaan yang bukan pada ahlinya maka tunggulah kegagalan bahkan kehancutan,” pungkas Syamsul.
Di ahir acara warga Desa Penindaian melakukan pernyatan sikap yang di lakukan tokoh pemuda, tokoh agama dan tokoh adat setempat.(Ari)
Editor : mahardika













