Namun, pihaknya tak bisa melakukan penjualan secara sporadis, karena jika itu terjadi nantinya akan ada blok-blok yang berada di belakang tidak terjual. Untuk itu dirinya bersama jajarannya tak menginginkan hal tersebut terjadi.
“Mayoritas mereka tertarik di area yang dekat untuk operasional perusahaan, misalnya dekat perairan. Total prospek perusahan ada 233. Kita tetap utamakan pengusaha/perusahaan lokal,” ujar Surya.
Sementara itu, untuk Tanjung Carat akan dilakukan reklamasi terlebih dahulu, dimana pengerjaan kemungkinan juni 2018 dan proses pengerjaan selama 2 tahun.
“Harga sekarang 75 USD, Rp 1 Juta per meter persegi untuk di KEK TAA dan Rp 4 Juta permeter untuk di Tanjung Carat,” tutupnya. (Ab)
Editor : mahardika













