PeristiwaSumsel

Kunjungi Stasiun Karantina Ikan, DPR Minta Pelayanan di Bandara Harus Tetap Ada

×

Kunjungi Stasiun Karantina Ikan, DPR Minta Pelayanan di Bandara Harus Tetap Ada

Share this article

KORDANEWS – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Repbulik Indonesia (RI), melakukan kunjungan kerja (Kunker), ke Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM), Palembang.

Kunker yang dilakukan oleh para orang senayan tersebut, dalam rangka Kunker massa sidang keempat dengan membagi tiga Provinsi di Indonesia, yakni pertama Sumsel, selanjutnya Kalimatan Barat, dan terkahir menuju Maluku Utara.

“Kita datang ke Sumsel dan sengaja datang mengunjugi pertama ke Stasiun Karatina, dikarenakan ada beberapa isu yang kita mau tahu, seperti dengan adanya perpindahan kantor Stasiun karatina, yang telah disiapkan Pemerintah Sumsel lahan seluas 9,7 hektar,” Kata Ketua Komisi IV, DPR RI, dari Fraksi Partai Gerindra, Eddi Prabowo, Sabtu (28/4).

Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, dalam hal ini Gubernur Provinsi Sumsel, H. Alex Noerdin, menyediakan lahan untuk kantor pusat SKIPM, bertempat di Jalan Soerkano Hatta adalah pemikiran yang sangat bagus, menjadikan wilayah tersebut kantor SKIPM pusat di Sumsel.

Namun, dirinya mengakui hal yang paling penting, yang harus diingat adalah jangan sampai Stasiun Karatina di Bandara SMB II tidak lagi difungsingkan, disebabkan konsep Karantina sendiri adalah pelayanan untuk masyarakat, juga sebagai penghukuman jika ada pelanggaran.

“Terserah diatur dimana nantinya yang penting di bandara ada kantor Karantina, yang mudah dijangkau. Bagaimana pun juga tidak banyak masyarakat yang tahu, jika membawa ikan di Bandara harus masuk ke Karantina terlebih dahulu atau tidak, maka itu harus ada pelayanan di Bandara,”ujarnya

Sementara itu, Kepala Badan Karatina Ikan, Pengendalian Mutu dan Kemanan Hasil Perikanan, Rina menjelaskan, bahwa Pada tahun 2016, produksi perikanan tangkap Provinsi Sumatera Selatan mencapai 187.568 ton terdiri dari 69.583 ton perikanan tangkap laut (37,1%) dan 117.985 ton perikanan umum daratan (62,9%). Sedangkan perikanan budidaya mencapai 582.2 ribu ton dengan komoditas utama Nila (43.5%), Patin (41.6%) dan udang (11.0%).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *