Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas RI, Bambang PS Brodjonegoro
dalam laporannya menjelaskan bahwa Penghargaan Pembangunan Daerah diberikan kepada Provinsi yang berprestasi dalam perencanaan dan pencapaian pembangunan di wilayahnya.
Ada beberapa tahapan yang sangat ketat telah dilalui oleh Sumatera Selatan dimulai dengan penilaian dokumen perencanaan sehingga ditetapkan 15 Provinsi nominator. Selanjutnya dilakukan penilaian lapangan oleh tim pusat yang terdiri dari tim independen dan tim Bappenas untuk verifikasi terhadap seluruh stakeholder dan diakhiri dengan paparan di Jakarta untuk diuji oleh tim penilai independen.
Beberapa pencapaian pembangunan makro Sumatera Selatan yang menonjol jelas dia adalah pada tahun 2017, Pertumbuhan Ekonomi 5,51% diatas Pertumbuhan Nasional 5,07%, Ketimpangan Pendapatan Indeks Gini Rasio (0,365) lebih baik dibanding nasional (0,391), Tingkat Pengangguran (4,39) lebih kecil dibanding nasional (5,5), IPM terus meningkat secara signifikan dan tingkat kemiskinan terus menurun secara signifikan.

Demikian juga kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sangat akuntabel dengan mendapat predikat A (sangat baik) dari Kementerian PAN-RB begitu juga dengan pengelolaan keuangan daerah mendapatkan opini WTP dari BPK RI 3 (tiga) tahun berturut-turut.
Perencanaan pembangunan Sumatera Selatan disusun secara holistik, tematik, integratif dan spasial serta sinkronisasi perencanaan dan penganggaran dapat dikawal dengan baik. Perencanaan Pembangunan juga dibangun berbasis keselarasan kinerja (Integrated Development Plan) sehingga alokasi anggaran bukan Money follow function tetapi sudah berbasis Money follow program dan program follow result.
“Beberapa inovasi dalam perencanaan pembangunan juga dilaksanakan antara lain : (1). SIGertak. adalah Sistem Informasi Keselarasan permasalahan dan program, keselarasan lokasi dengan kantong kemiskinan, keselarasan sasaran dengan data Basis data Terpadu (BDT) dalam Penanggulangan Kemiskinan untuk seluruh Stakeholder. (2). E-Planning Plus adalah Perencanaan berbasis elektronik yang selaras dengan penganggaran” jelasnya.
Untuk diketahui, saat tiba di Jakarta dengan maksud menghadiri Musrenbang, Gubernur Sumsel Alex Noerdin sempat terjebak macet di kawasan Semanggi hingga satu jam lamanya. Tak mau waktunya habis dalam perjalanan, Alex Noerdin tak sungkan meminta ajudannya memesankan jasa ojek. Meski harus berpanas-panasan di jalanan Jakarta tak menyurutkan semangat Orang Nomor Satu di Sumsel tersebut untuk melaksanakan tugasnya sebagai kepala daerah. Terlebih kedatangannya di (Musrenbagnas) 2018 dalam rangka penyusunan Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, itu memang ditunggu oleh Presiden RI Joko Widodo lantaran Gubernur Sumsel Alex Noerdin menjadi salah satu penerima penghargaan PPD Terbaik II se Indonesia.
editor : ardi













