“Tentang Incenerator ini sudah ada keppres yang terbaru nomor 35 tahun 2018 perbaruan dari keppres nomor 18 tahun 2017, dan Palembang jadi prioritas. Dari pengelolaan teknologi ini, sampah akan menghasilkan energi,” ujarnya.
Dengan teknologi ini, Sampah kota Palembang yang per hari bisa mencapai 900 sampai 1000 ton dan naik menjadi 1200 ton pada saat weekend.
“Jumlah sampah sebesar itu, nantinya akan jadi bahan baku penghasil listrik. Dan dari hitungan listrik yang dihasilkan 20 sampai 25 mega watt. Dengan listrik sebesar itu, maka Palembang akan aman masalah listrik,” jelasnya.
Faizal menerangkan, Incenerator ini dibangun di lahan seluas 40 hektare di TPA Karyajaya. Nanti seluruh sampah yang ada dikota Palembang akan diarahkan ke Karya Jaya. “Kita akan kejar pelaksanaannya dalam tahun ini. Ini akan menjadi TPA yang menggunakan sistem incenerator pertama di Sumatera,” tandasnya.(Vic)
EDITOR : AWAN













