“Hari ini kita datang untuk menyuarakan ini. Tapi tidak satupun perwakilan yang keluar padahal sudah dua jam. Ini juga merupakan tindak lanjut audensi KMKA kepada Dinas Pendidikan. Tapi kita sayangkan saat perwakilan dinas pendidikan khususnya pengamanan kantor mau ngajak kita ribut, “terangnya.
Pantauan di lokasi, sekitar 10 orang Anggota KMKA berorasi di depan Dinas Pendidikan Lahat. Selain menyampaikan tuntutan pendemo meneriakkan agar Kepala Dinas pendidikan untuk keluar menemui mereka. Namun, teriakkan tersebut tak didengar sehingga anggota KMKA mengetuk pintu yang terbuat dari kaca cukup keras hingga membuat Sekretaris dan keamanan kantor keluar. Dari situ, adu mulut tak terelakkan dan nayris adu jotos. Beruntung, Sekeretaris dan Anggota Polisi yang berjaga menenangkan situasi. Sementara, setelah tak mendapat tanggapan atas permintaan, para mahasiswa lalu melakukan aksinya ke DPRD Lahat dan Pemda Lahat. Aksi sendiri terus dikawal ketat oleh pihak Polres Lahat, hingga selesai.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diadikbud) Lahat, Drs Sutoko melalui Sekretaris Disdikbud, H Cholmin Haryadi, MP.d mengungkapkan membantah tidak mau menerima atau menemui pendemo. Menurutnya, sebelumnya telah tiga kali melalukan pertemuan dengan para mahasiswa terkait tuntutan mereka dihapuskannya Perbup dan pungutan di sekolah. Bahkan, Dinas pendidikan sudah mengumpulkan kepala Sekolah Se Kikim Area tuk menyampaikan hal tersebut dan pihaknya sudah memberikan kesempatan secara langsung kepada mahasiswa untuk menyampaikan tuntutan kepada para guru.
editor : awan













