KORDANEWS – Acara debat publik calon pemilukada Kabupaten Muara Enim periode 2018/2023 yang ditayangkan secara tunda oleh salah satu stasiun tv Negara di Sumsel yang menghabiskan dana ratusan juta rupiah dinilai sia-sia, karena tayangan tersebut sama sekali tidak bisa dinikmati oleh sebagian besar masyarakat Kabupaten Muara Enim.
Seperti yang disampaikan oleh, U Sofyan, salah seorang warga Muara Enim yang sempat diwawancarai Kordanews.com setelah selesai acara debat publik, Sabtu (05/05/2018) sore tadi.
Dijelaskan Sofyan, di Muara Enim tidak dapat sinyal atau frekuensi UHF, karena frekuensi tersebut hanya dapat diakses di beberapa tempat saja.
“Nak make stasiun TV TVRI Sumsel, nah kami nak nontonnyo cak mano? Mano dapat kami ni TVRI Sumsel. Sangat disayangkan dana Miliyaran Rupiah yang telah dikucurkan oleh pemerintah pusat,” ujar Sofyan.













