Dampak dari Pijat Payudara
Dikutip dari Healthline, tidak banyak risiko yang terkait dengan pijat payudara. Namun, jika Anda pernah mengidap kanker payudara atau operasi payudara, berhati-hatilah dengan area di sekitar gumpalan, bekas luka, atau area yang baru-baru ini menerima radiasi. Supaya lebih aman, sebaiknya Anda melakukan pijat payudara dengan terapis pijat yang berlisensi.
Bila Anda sedang mengalami mastitis, konsultasikan dulu dengan dokter apakah boleh melakukan pijat. Mastitis biasanya terjadi pada 6 hingga 12 minggu pertama setelah melahirkan. Gejalanya dapat berupa demam, nyeri, bengkak, dan panas dingin.
Untuk Anda yang ingin membuktikan manfaat pijat payudara, silakan mencobanya. Anda dapat melakukannya sendiri atau dengan bantuan pasangan. Anda bisa melihat cara-caranya di internet, ada metode pijat payudara untuk melancarkan ASI, untuk mendeteksi kanker, untuk mengencangkan payudara, dan sebagainya.
Hal yang harus diperhatikan, hindarilah meremas payudara terlalu kencang karena bisa menimbulkan cedera. Jika tak terbiasa memijat payudara sendiri, atau khawatir, Anda dapat pergi ke tempat pijat profesional yang menawarkan pijat payudara. Apabila Anda memiliki kondisi medis tertentu, konsultasikan dulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk pijat.(net)
Editor : mahardika











