Karena diteror terus, R ketakutan dan memberanikan diri melaporkan apa yang dialami pada keluarganya. Oleh pihak keluarga, kasus ini dibawa ke kepolisian agar ditindaklanjuti. Kasat Reskrim Polres Gunung Kidul AKP Rico Sanjaya mengakui laporan tersebut. Saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan.
“Memang ada laporan tersebut, korban diiming-imingi endorse melalui dm instagram lalu korban dimintai foto telanjang dada,” ucapnya. (kompas.com)
Sebenarnya, kasus semacam ini sudah marak terjadi. Dan korbannya akan dipilih secara acak, terutama para wanita yang hobi eksis dan selfi di dunia maya. Siapa sih, yang nggak kepincut iming-iming jadi terkenal dan dapat uang?
Tapi sebaiknya, kita harus selektif dan lebih bijak dalam bermedsos. Jangan mudah percaya begitu saja dengan akun yang tidak dikenal. Karena kejahatan dunia siber, tak kalah kejam dengan kejahatan dunia nyata.(net)
Editor : mahardika













