“Sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing Polri telah meningkatkan kewaspadaan. Khususnya di Sumsel diketahui ada jaringan sel Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang ditangkap tim Densus 88 tahun 2016, dan tahun 2017 ada delapan orang kelompok Solihin yang juga ditangkap,” katanya Senin (14/5/2017).
Dikhawatirkan kelompok ini masih ada di Sumsel, karena yang pada waktu itu kelompok ini ditangkap dua belas orang namun empatnya dilepaskan karena tak cukup bukti.
“Yang namanya bom bunuh diri ini mereka lakukan secara diam-diam, untuk itu kepolisian Polda Sumsel dalam hal ini intelijen terus memantau pergerakan kelompok JAD yang ada di Sumsel,” Pungkasnya. (Dik)
Editor: Janu













