KORDANEWS – Gubernur Sumatera Selatan yang dalam hal ini diwakili oeh Staf Khusus Gubernur Bidang Perubahan Iklim, DR.Najib Asmani sebagai Keynote Speaker bersama Gubernur Negara Bagian Edo Nigeria dalam acara The Global Assembly Meeting of Tropical Alliance 2020 (Pertemuan Majelis Global Forest Alliance 2020) di Accra. Selasa (15/05/2018). Hanya dua Gubenur dari Asia Afrika yang diundang.
Dalam Materinya Najib Asmani menyampaikan sejak awal abad ke -7, Sumatera Selatan telah menjadi pusat perhatian dunia untuk jalur paling strategis sebagai Jalur Sutra Marcopolo di Selat Malaka. Sejak saat itu Sumatera Selatan menjadi tujuan bagi banyak pedagang untuk berdagang sumberdaya alam, budaya, dan sekolah.
Dalam beberapa bulan ke depan di Kota Palembang akan berlangsung event olahraga yang bertaraf internasional, Asian Games ke – 18 pada tanggal 18 Agustus 2018. Sebagai ibukota provinsi diluar ibukota dari suatu negara, kami bangga mampu menyelenggarakan event yang bergensi tersebut.
Menghadapi era baru untuk keberlanjutan pemerintah Sumatera Selatan telah secara aktif terlibat dan menjadi bagian dari inisiatif global untuk memfasilitasi pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Sebagai salah satu pilar terpenting dalam kerjasama Selatan-Selatan Negara-negara berkembang, Sumatera Selatan telah berusaha untuk menetapkan Pendekatan Yurisdiksi terhadap pertumbuhan ekonomi hijau dan untuk mendukung pelaksanaan National Designated Commitmentand dan Paris Agreement direction Paris Agreement tentang perubahan iklim.
Pada tahun 2015, Sumatera Selatan menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan. Tantangan yang sangat besar dikarenakan sebagian besar lahan yang terbakar berada adalah lahan gambut terluas di kawasan ini. Hal ini dikarenakan pengelolaan perkebunan dan konservasi hutan lainnya sangat tidak bijak.
“Saya memahami bahwa Sumatera Selatan tidak memiliki kapasitas dan kemampuan yang cukup, karena itu saya membuka peluang bagi dunia untuk bergabung dan menjadi bagian dari solusi dan bermitra serta bekerja bersama-sama untuk membatasi efek kebakaran”, ujar Najib Asamani membacakan materi Gubernur Sumsel.
Saat ini Sumatera Selatan sudah bisa mengatasi akibat kebakaran di tahun 2015 dan bersiap untuk melakukan pemulihan dan merehabilitasi area yang yang terdegradasi.













