KORDANEWS – Irene Agustine tampil pertama kali di Center Stage yang berada di Novotel Hotel & Resort Palembang dalam closing party yang menampilkan tiga DJ cantik seksi untuk acara menutup tempat hiburannya selama bulan puasa.
Dibicangi kordanews usai penampilnya, model dan DJ ini pun mengungkapkan awal pertama karirnya didunia entertaint. “Saya awalnya sebagai model dari tahun 2011 di Jambi dan mulai berkarir sebagai model di tahun 2014 di Jakarta, setelah hitjrah ke Jakarta pada tahun 2013 dan mengawali sebagai DJ tahun 2017 awal yang sebelumnya sibuk di modeling dan iklan,” ungkap dara kelahiran Jambi, 16 Agustus 1997.
Bungsu dari empat bersaudara dari kedua orang tua Ayah asal Jambi dan Ibu asal Jawa Tengah ini mengatakan kalau dirinya memang dari kecil sudah suka mendengarkan musik, dari saat SMP kelas 1 sudah mulai belajar DJ, namun belum diseriusin karena masih sekolah di Jambi.
“Saat SMP di Jambi aku belajar DJ sama temen yang berprofesi sebagai DJ, tapi tidak di seriusin dan benar-benar serius belajar DJ itu pada tahun 2017 kemarin di Spinach DJ School/ Spinach DJ Academy,”katanya.
“Guru yang ngajar adalah DJ IjuLL dan DJ Fajar J, dengan waktu belajarnya selama dua mingguan, tapi dalam 2 minggu itu aku belajaar hampir setiap hari. Spinach DJ School itu letaknya di Kemang Raya Jakarta Selatan miliknya salah satu DJ Legend Indonesia yaitu Riri Mestica,” jelasnya.
Ia pun menggungkapkan pandangannya dari semua musik yang ada. “Semua music itu sama, sama-sama mempunyai kelebihan masing-masing, tergantung masing-masing selera, jadi kalau perbedaannya paling, cuma perbedaan selera saja. Karena music dangdut atau music pop puk juga membuat para penggemarnya semangat dan joget juga, jadi tergantung selera masing-masing juga gitu,” bebernya sambil melepas tawa.
“Kalau ditanya yang mana lebih dipilih dari profesiku sebagai model atau DJ, tentu saja sebagai DJ, karena aku benar-benar memfokuskan karirku di dunia DJ, bahkan sekarang aku sedang mulai belajar produce/membuat lagu,” bebernya.












