Masjid yang dibangun Cheriyan sejak setahun lalu itu siap dipakai untuk ibadah Ramadan 2018 ini. Menurutnya, dia juga dibantu oleh pemerintah kota setempat, Awqaf di Fujairah.
“Pemerintah Awqaf terkejut tapi juga senang saat mereka tahu, aku yang seorang Kristiani membangun sebuah masjid. Mereka pun menawarkan bantuan untuk listrik gratis, air dan fasilitas lainnya,” kata pria 49 tahun itu. Namun dia menolak semua bantuan itu.
“Saat pembangunan masjid ini tersebar, banyak orang menawarkan bantuan uang tunai, material bangunan seperti pasir. Tapi aku menolaknya dengan baik karena memang aku ingin membangun masjid ini dengan uangku sendiri,” ucap pria yang memiliki perusahaan bernilai 68 juta Dirham atau sekitar Rp 260 miliar itu lagi.
Kini masjid yang dibangunnya itu sudah berdiri megah dan bisa dipakai umat muslim di kawasan Fujairah untuk beribadah. Cheriyan yang sukses berbisnis tempat akomodasi untuk para pekerja itu pun merasa bahagia dapat membantu sesama.
“Aku tumbuh besar dengan melihat kita dapat hidup harmonis meskipun beragam. Kita bisa merayakan semua agama. Dan aku tidak mau menilai orang berdasarkan agama, suku, warna kulit ataupun kewarganegaraannya. Hidup di UAE ini adalah salah satu contoh masyarakat yang harmonis dan bertoleransi,” tuturnya lagi.
Editor : ardi













