“Siapa di antara kita yang tidak tahu pengepungan yang diumumkan di Jalur Gaza dan hukuman kolektif terhadap penduduknya? Jalur Gaza telah berubah menjadi kamp konsentrasi besar bagi jutaan orang yang kehilangan hak dasar mereka untuk melakukan perjalanan, pendidikan, pekerjaan dan perawatam medis,” ujar emir.
Ketika putra-putra mereka mengambil senjata, mereka dicap sebagai teroris, dan ketika mereka melakukan demonstrasi damai mereka dicap sebagai ekstremis, dan ditembak mati dengan peluru tajam.
Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah mengatakan AS telah menjadi bagian dari masalah dan bukan solusi. Dia juga menyebut relokasi kedutaan merupakan tindakan agresi terhadap negara Islam.
Raja Yordania Abdullah II mendesak untuk mengadopsi langkah-langkah mendesak untuk mendukung Palestina. Sementara Presiden Iran Hasan Rouhani menyerukan langkah-langkah ekonomi dan politik terhadap AS dan Israel.
Pada Jumat malam, OKI meminta PBB membentuk penyelidikan internasional terhadap pembunuhan di Gaza, penciptaan kekuatan perlindungan internasional untuk Palestina, dan bagi OKI untuk menempatkan pembatasan ekonomi pada setiap negara, perusahaan atau individu yang mengakui aneksasi Israel atas Yerusalem.(net)
Editor : mahardika













