“Sesuai kebijakan perusahaan akan ada tindakan bila nanti ditemukan indikasi terkait perilaku menyimpang atau pelanggaran etika,” tutur Hengki.
Atas nama manejemen, Hengki menyampaikan permohonan maaf atas hal tersebut yang berdampak pada ketidaknyamanan di masyarakat.
Atas kejadian tersebut, perusahaan akan terus memantau perilaku seluruh pegawainya dan terus mengingatkan untuk mengedepankan etika dan prinsip kehati-hatian berkaitan dengan posting-an di media sosial, terutama yang menyinggung isu suku, agama, ras, dan antar golongan.
Oknum pilot dengan inisial OGT ini sebelumnya ramai diperbincangkan atas komentar nyinyirnya terhadap peristiwa bom di Surabaya dan menanggapi bahwa kejadian bom di Surabaya hanyalah rekayasa dan ada tokoh di balik peristiwa tersebut.(net)
Editor : mahardika













