Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saufuddin mengatakan 200 nama itu bersifat sementara dan diumumkan berdasarkan tiga indikator utama.
Pertama, mereka memiliki kompetensi tinggi terhadap ajaran agama Islam. Kedua, punya pengalaman yang cukup dalam berceramah.
“Menjadi penceramah tidak hanya penguasaan konten tapi keterampilan dalam menyampaikan isi pesan ke masyarakat,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/5). Indikator ketiga, terbukti bahwa yang bersangkutan memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi.
editor : awan













