Sebenarnya di menit ke-16, Sriwijaya FC mendapat peluang bagus melalui eksekusi bola mati. Bola yang dieksekusi oleh Hamka Hamzah, membentur barisan pertahanan yang menjaga di dalam kotak penalti tim tamu, namun Esteban Vizcarra berhasil mendapatkan bola liar tersebut.
Sayang, bola yang dieksekusi masih bisa ditepis oleh Kiper Aji Bayu Putra.
Striker PSIS Semarang Bruno Silva lagi-lagi kembali membuat ulah. Di menit ke-26, ia berhasil menanduk walaupun telah dijaga ketat oleh Zulfiandi di depan gawang. Beruntung, Teja Paku Alam berhasil menepis bola tersebut dan membuangnya keluar.
Peluang terakhir ditutup oleh umpan Manuchekhr Dzhalilov di menit ke-44, kepada Alberto Goncalves. Meski sempat menanduk, Beto gagal membawa angka penutup di babak pertama. Alhasil, skor di babak pertama tetap skor kacamata alias 0-0.
Namun di babak kedua, Laskar Wong Kito mulai menemukan irama permainan. Puncaknya, Hamka Hamzah di menit ke-50 berhasil menyarangkan bola ke gawang yang dijaga Aji Bayu Putra itu hasil umpan dari Alberto Goncalves. Skor menjadi 1-0.
Rupanya, stopper Sriwijaya FC Mahammadou N’Diaye tak mau ketinggalan. Lima menit kemudian, pemain berdarah Mali itu berhasil menggandakan keunggulan berkat tandukannya dari umpan Makan Konate. Ia pun berhasil mencetak angka kedua untuk timnya tersebut.
Tak cukup sampai situ, Alberto Goncalves kembali menambah angka ketiga berkat assist dari Makan Konate di menit ke-63. Dan gol terakhir ditutup oleh Mahammadou N’Diaye, di menit ke-69.
Hingga babak kedua berakhir, Sriwijaya FC akhirnya menutup laga dengan poin penuh. PSIS Semarang akhirnya harus pulang menelan pil pahit, dengan skor 4-0.
editor : lintang













