KORDANEWS- Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Kewajiban berpuasa dan menahan hawa nafsu di bulan Ramadan dikatakan dokter jiwa bisa jadi sarana untuk terapi perilaku.
dr Andri, SpKJ, dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera, mengatakan kesempatan untuk terapi perilaku di bulan Ramadan sangat besar. Sebabnya, puasa yang diwajibkan bagi umat muslim bukan sekadar menahan haus dan lapar, tapi juga hawa nafsu, termasuk amarah, iri, dan lain-lain.
“Jadi bulan puasa ini, terapi perilaku difasilitasi oleh kewajiban umat muslim di seluruh dunia. Karena wajib puasa, wajib menahan hawa nafsu dan amarah, jadi tidak bisa ditawar. Kecuali yang tidak memungkinkan, sakit misalnya,” ungkap dr Andri.
Kewajiban menahan emosi dan marah ini membantu seseorang untuk mengendalikan dirinya. Hal inilah yang dimaksud dr Andri sebagai terapi perilaku.













