KORDANEWS – Seorang mahasiswi IAIN Tulungagung, Jawa Timur bersama dengan tujuh WNI lainnya dikabarkan dideportasi dari Suriah. Mereka yang menumpangi pesawat Turkish Airlines TK-056 tujuan Indonesia tersebut diduga terlibat ISIS.
Kapolres Tulungagung AKBP Rofik Sukendar, Minggu, mengkonfirmasi akurasi informasi yang beredar di media sosial tersebut.
“Iya memang betul. Tadi kami sudah cek ke satuan atas. Dan saat ini yang bersangkutan posisi masih di Jakarta dan masih dimintai keterangan oleh tim Densus 88 Anti-teror,” kata Rofik Sukendar di Tulungagung, Minggu (27/5).
Informasi dihimpun seperti diberitakan Antara, mahasiswi inisial IM (24) bungsu dari dua bersaudara pasangan R (47) dan M (50) warga Desa Dukuh, Kecamatan Gondang.
Sedangkan, tujuh orang yang turut dideportasi bersama IM yakni, FL (43), NK (3), H (12), HA (9), AJ (21), WND (33) dan QAM (23).
Kini, kedelapan orang tersebut tengah diperiksa tim Densus 88 di Rutan Bambu Apus, Jakarta Timur.
“Sudah barang tentu kami dari satuan wilayah akan memonitor terus dan bekerjasama dengan satuan atas agar bisa terus mengawasi, memantau dan menginformasikan kepada masyarakat bahwa situasi terkait adanya warga Tulungagung yang dideportasi, masih dalam kondisi terkendali,” kata Rofik Sukendar memastikan.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak panik ataupun resah. Rofik meminta warga tetap waspada dan lapor aparat jika melihat gelagat mencurigakan.
“Jangan bertindak sendiri. Tetap berkoordinasi, percayakan keamanan kepada kami,” ujarnya.
Sementara itu, Pembantu Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Tulungagung, M Abdul Aziz mengakui kebenaran kabar yang menyebut salah satu mahasiswinya terlibat ISIS.













