KORDANEWS – Berbuka puasa di masjid menjadi pilihan yang menarik, selain gratis para pengunjung dapat menyantap makanan berbeda setiap harinya. Hal inilah yang diberikan para Pengurus Masjid Agung Palembang selama bulan suci Ramadan.
Tiap harinya ratusan jamaah datang ke Masjid tertua di Kota Palembang tersebut, berbagai latar usia dari yang tua hingga anak-anak datang menikmati sajian Masjid Agung.
“Pengurus masjid setiap hari membagikan 500 bungkus nasi, kurma dan air mineral,” kata Ir Kgs H Ahmad Sarnubi Ketua Umum Pengurus masjid Agung Palembang.
Menurutnya, takjil dibagikan oleh pengurus ke setiap jemaah yang hadir sebelum memasuki waktu berbuka puasa. Sekitar 500 nasi setiap harinya dibeli menggunakan anggaran dari kotak amal Masjid Agung. Namun untuk tambahan menu berbuka, dirinya mengaku banyak warga Kota Palembang, yang sering berbagi makanan dengan menyumbangkan menu makanan lainnya.
Para jamaah yang hadir pun beragam, dari berbagai jenis profesi bahkan Kota. Ahmad Sarnubi menambahkan, kalau yang datang ke masjid Agung kerap kali para musafir, sehingga Masjid Agung ini kerap dijadikan tempat persinggahan.
“500 nasi ini tiap hari selalu habis, Masjid Agung kerap menjadi persinggahan para musafir dari luar kota, atau masyarakat Palembang yang tidak sempat pulang ke rumah setelah melakukan kegiatannya,” ujarnya.
Lanjutnya, metode pembagian menu berbuka di masjid Agung saat ini memang terlihat biasa, tidak ada ciri khas seperti masjid tua pada umumnya. Tradisi ‘ngidang’ yang dulu kerap dilakukan sudah tidak pernah digunakan lagi.













