Zamzam berencana melakukan serangan terhadap sejumlah objek vital, kantor DPR dan DPRD. Dari tangan Zamzam, Densus 88 mengamankan 2 buah bom pipa besi yang sudah jadi, 2 bahan peledak TATP yang sudah jadi, material bahan peledak, 2 buah busur panah, 8 buah anak panahnya, 1 buah senapan angin, dan 1 buah granat tangan rakitan.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengomentari penangkapan tersebut. Dia berpendapat, kampus harusnya bebas dari kepolisian yang membawa senjata.
“Apakah ada teroris bersenjata dalam kampus? Kenapa tidak kirim intel? Kenapa tidak ditangkap di luar kampus? Apakah mereka bikin markas teroris di kantor menwa? Kenapa senang menampakkan pasukan bersenjata dan laras panjang masuk kampus? Ini Polri atau kompeni? #SaveKampus,” sindir Fahri dalam akun twitter pribadinya.
Dia pun menilai, dengan ditangkapnya terduga teroris di dalam kampus angkat menimbulkan persepsi negatif di mata negara lain. “Apa kata dunia? Kalau kampus dianggap sebagai sarang teroris bersenjata maka berakhirlah Indonesia ini. Tamat! Bapak tamat pak @jokowi !! Pasar dunia akan bereaksi bahwa ternyata Indonesia sama saja dengan Afrika. Teroris bersenjata di mana-mana. #SaveKampus,” kicau Fahri lagi.(net)
Editor : mahardika













