“Kita akui ada keterlambatan pembayaran gaji, karena memang hal ini tergantung dengan sponsorship. Kita berharap dapat dimaklumi. Namun percayalah, langkah cepat langsung diambil oleh Presiden klub untuk Sriwijaya FC,”kata Augie.
Ia menjelaskan, permasalahan di tubuh manajemen akan segera selesai. Seiring dengan pergantian pucuk pimpinan. Hal ini diharapkan bisa memotivasi semua pihak, khususnya pemain agar kembali bisa berlatih dan menatap kompetisi dengan semangat yang lebih baik lagi kedepan.
Tidak main-main, Muddai Madang bukanlah orang baru di sepakbola Sumsel. Mantan Ketua KONI Sumsel itu juga menjabat sebagai komisaris PT SOM, selama ini. Sehingga bukan hal sulit baginya untuk beradaptasi, apalagi mengerti dengan urusan sepakbola.
Oleh karena itulah, Augie berharap usai kejadian ini tidak ada lagi permasalahn di tubuh tim. Terutama oleh pihak-pihak yang justru memperkeruh suasana dan tidak mengerti permasalahan yang sebetulnya terjadi.
“Sekali lagi, ini sebagai komitmen dari Presiden Klub. Membayar semua gaji, juga langsung mengganti pucuk pimpinan manajemen dalam satu dua hari ini. Ini langkah tegas untuk mengawal target kita kedepan,”ujarnya.
Augie kembali mengingatkan, bahwa di musim ini Sriwijaya FC menargetkan untuk tembus tiga besar dan berlaga di ajang berlevel Asia. Untuk itu, ia meyakini para pemain akan segera kembali merumput dan all out untuk Sriwijaya FC.
editor : lintang













