KORDANEWS – Langkah Gubernur Jakarta Anies Baswedan menyegel pulau reklamasi, Pulau C dan D, Kamis (7/6), diapresiasi sebagian besar pendukungnya di media sosial.
Pasangan Sandiaga Uno ini dipuji-puji sebagai pemimpin yang menepati janji, bahkan ada yang menyebutnya layak diusung menjadi presiden tahun 2019.
“Masyaallah…. gubernur kita…. semoga selalu dalam lindungan ALLAH. S.W.T,” tulis Salmah Jessar di Facebook.
Anies didoakan pendukungnya agar selalu panjang umur dan menjalankan tugas dengan penuh tanggungjawab.
“Masyaallah. Goodbener bikin 9 naga kejang-kejang. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia..!” tulis Fauziah Ifo Rasad.
Sebagian warganet mengingatkan Anies agar waspada setelah menyegel mega proyek yang paling banyak dibicarakan di Ibu Kota Jakarta dalam beberapa tahun terakhir.
“Tingkatkan kewaspadaan pak gubernur. Akan banyak pihak yang akan menghalakan segala cara melawan tindakan ini. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi bapak,” tulis Sutan Al Sutan du Facebook.
Pemilik akun Chova menambahkan dengan kalimat sarkastik: “Hati-hati pak Anies nanti banyak cebong yang berloncatan.”
Sementara Afrizal Pasa akan menunggu apa yang akan terjadi setelah pulau buatan itu disegel. Menurut dia, penyegelan di Ibu Kota sudah biasa terjadi.
“Kita tinggu mau dibawa kemana setelah ini? Ini baru awal, pengalaman penyegelan oleh pemda sudah biasa dan banyak terjadi, tapi banyak juga yang akhirnya berjalan lagi. Malah di tempat lain bukan cuma penyegelan. tapi langsung meruntuhkan,” tulis dia.
Jumlah bangunan yang disegel ada 932 bangunan terdiri atas 409 rumah, 212 rukan dan 313 jadi satu unit rukan rumah tinggal.
Sebelumnya Anies telah meminta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil untuk membatalkan seluruh sertifikat hak guna bangunan tiga pulau reklamasi yang diberikan kepada pengembang.
Surat permohonan itu dikirim untuk membatalkan tiga pulau yang dimaksud yakni Pulau C, D dan G. Surat dengan nomor 2373/-1.794.2 itu ditandatangani oleh Anies pada 29 Desember 2017.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah mendukung keputusan Anies Baswedan menyegel bangunan itu.
“Langkah gubernur Jakarta menyegel bangunan di pulau D reklamasi Teluk Jakarta sangatlah tepat. Apalagi ternyata bangunannya belum berizin,” kata senator Dailami.













