HeadlineNusantara

HAK JAWAB: “Seorang Pria di Semarang Ditangkap Kedapatan Bawa Bom Waktu”

×

HAK JAWAB: “Seorang Pria di Semarang Ditangkap Kedapatan Bawa Bom Waktu”

Share this article

HAK JAWAB

*Terkait pemberitaan yang dimuat di Kordanews.com pada 19 Mei 2018 dengan judul “Seorang Pria di Semarang Ditangkap Kedapatan Bawa Bom Waktu” adalah sepenuhnya tidak benar. Pemberitaan dilakukan dengan cepat tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu dan tidak dilakukan update informasi.

*Kepada yang bersangkutan, Surya Endriawan kami selaku Redaksi Kordanews meminta maaf dan memasukkan konfirmasi dan klarifikasi dari aparat Polsek Ngaliyan, yang dikutip dari Tribunnews, yang menerangkan bahwa kabar awal penemuan tersebut adalah berita bohong yang tersebar di media sosial.

Tertanda,
Redaksi Kordanews

KORDANEWS – Kapolsek Ngaliyan Kompol Donny Eko Listianto memastikan kabar di media sosial soal temuan bom dan penangkapan teroris di wilayahnya adalah hoaks alias bohong.

Dia memastikan akan menjerat pemilik akun media sosial yang menyebarkan kabar bohong tersebut menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Kami sudah memantau beberapa akun yang ikut membagikan kabar bohong tersebut. Kami bisa menindak pemiliknya menggunakan UU ITE meski korban tak melaporkan,” kata Donny dikutip dari Tribunnews, Sabtu (19/5/2018).

Kabar bohong yang Donny maksud terkait penemuan paket berisi arloji bertulisan “ISIS Merdeka” di Ngaliyan, Rabu (16/5/2018) malam.

Paket ini ditemukan Surya Endriawan yang segera melaporkan ke anggota Polsek Ngaliyan.

Namun, dal kabar yang tersebar melalui media sosial Facebook dan WhatsApp, diberitakan adanya bom dan penangkapan terduga teroris di Ngaliyan.

Postingan itu dilengkapi foto KTP Surya Endriawan yang merupakan pelapor, serta beberapa foto bom rakitan.

Donny menyayangkan peredaran kabar bohong tersebut karena sudah menimbulkan keresahan.

“Saya sayangkan justru di medsos tersebar berita hoaks itu. Kami juga langsung meng-counter kabar bohong itu melalui media sosial Polsek Ngaliyan,” terang Donny.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Abioso Seno Aji, juga menyayangkan berita hoaxs tersebut, terlebih melampirkan foto seorang saksi yang justru dikabarkan sebagai terduga teroris.

Saya dan jajaran Polrestabes Semarang meminta agar masyarakat tidak langsung percaya terhadap berita yang ada di media sosial,” terang Abioso saat dihubungi Tribun Jateng, Sabtu.

Ia mengimbau warga lebih cerdas bermedia sosial, selalu melakukan cek dan ricek sebelum membagikan berita di media sosial.

“Kalau belum tahu kebenarannya, kami minta tidak langsung dibagikan. Sejak adanya benda mencurigakan itu, sudah kami nyatakan bahwa itu bukan bom,” tegas Abioso.

Dalam berita hoaks tersebut, ia menyebut, ada foto bom paralon yang dilampirkan. Abioso memastikan hal itu bukan isi paket yang ditemukan di Ngaliyan.

Pada Rabu malam, seorang warga menemukan paket di Jalan Honggowongso, Ngaliyan.

Di luar paket itu tertulis “Sekali merobek ini musnah, ISIS Merdeka!” yang dilengkapi sebuah tanda tangan dan nama terang Amrozi.

Temuan ini langsung dilaporkan ke Polsek Ngaliyan yang ditindak lanjuti turunnya Tim Jihandak Polda Jateng.

Dari hasil pemeriksaan menggunakan sinar X, paket itu diketahui berisi 1 buah baterai handphone, 5 buah baterai power bank 3,7 volt, arloji, dan rangkaian PCB resistor, kondensor, serta rangkaian kabel.

Editor: Janu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *