NusantaraPolitik

Yusril Ogah Ikut Manuver Amien Rais, Ini Alasannya

×

Yusril Ogah Ikut Manuver Amien Rais, Ini Alasannya

Share this article

KORDANEWS – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengaku tidak ingin mengikuti manuver politik Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.
Maka itu, klaim Amien Rais bahwa dirinya layak menjadi calon presiden (capres) disindir Yusril Ihza Mahendra.

“Dalam pepatah Jawa, ucapan pemimpin itu adalah sabdo pandito ratu, artinya ucapan seseorang yang kedudukannya sangat tinggi, bagai seorang pandito (guru maha bijaksana-red) dan seorang ratu (raja-red),” kicau Yusril dalam akun Twitternya, @Yusrilihza_Mhd, dilansir dari Sindonews, Senin (11/6/2018).

Karena itu, kata Yusril, ucapan pemimpin harus ucapan serius dan terpercaya. Kemudian, lanjut dia, ucapan pemimpin harus ucapan yang sudah dipikirkan dengan matang segala akibat dan implikasinya.

“Ucapan pemimpin itu akan menjadi pegangan bagi rakyat dan pendukungnya,” kata pakar hukum tata negara ini.

Karena itu pula, lanjut Yusril, ucapan pemimpin harus lahir dari hati yang tulus. “Bukan kata bersayap, yang seolah diucapkan dengan kejujuran, tetapi di belakangnya mempunyai agenda pribadi yang tersembunyi,” ujar mantan menteri sekretaris negara ini.

Lebih lanjut dia mengatakan, ucapan pemimpin itu juga tidak boleh mencla-mencle alias tidak konsisten. “Pagi ngomong dele, sore ngomong tempe, artinya ucapannya berubah-ubah, inkonsisten,” tutur mantan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (HAM) ini.

Sebab, ucapan pemimpin yang tidak konsisten itu diyakininya akan membingungkan rakyat dan pendukungnya. “Karena ucapan pemimpin adalah sabdo pandito ratu, maka pemimpin itu tidak boleh plintat plintut alias munafiqun, dalam makna, lain yang diucapkan, lain pula yang dikerjakan,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *