Strategi yang berkaitan dengan esensi kebijakan pemerintah disampaikan oleh Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Prof. Dr. Mulyana, M.Pd bahwa pemerintah (dalam hal ini KEMENPORA RI) mendukung penuh segala upaya, baik regulasi maupun dana. Strategi meraih Top 10 Asian Games 2018 dapat diperoleh dari analisis prioritas number of event, high performance analysis melalui sport science, akselerasi number of event, intensitas kompetisi Internasional, dan peningkatan kualitas diri dengan evaluasi daily activity.
Bahkan optimisme tinggi yang diserukan oleh Prof. Dr. dr. James Tangkudung, SportMed., M.Pd mengenai peran akademisi sebagai pelaku sport science sangat penting dalam upaya meraih target, tidak hanya top 10, bahkan Indonesia bisa meraih top 8. Angka magic tanggal pelaksanaan menjadi pemacu, dimana Indonesia bisa meraih 18 medali emas sehingga menempati Top 8, dengan asumsi beberapa cabang olahraga unggulan berpotensi emas, yakni: bulu tangkis, pencak silat, wushu, dayung, angkat besi, jet sky, panjat tebing, bridge, taekwondo, panahan dan paralayang dengan estimasi 16-18 medali emas. Hal ini sangat mungkin dicapai jika melihat hasil Asian Games di Korea tahun 2014, dimana Qatar menempati urutan 10 dengan perolehan 10 medali emas, dan saat itu Indonesia berada di urutan 17 dengan perolehan 4 medali emas.
Pemateri terakhir adalah Dr. Tomi, perwakilan dari Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta yang memaparkan kesiapan PEMDA DKI Jakarta sebagai pengelola venue perhelatan Asian Games 2018. Disampaikan bahwa PEMDA DKI Jakarta siap memfasilitasi dalam upaya mencapai 4 sukses, yaitu: sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses ekonomi, dan sukses administrasi. Mari sama-sama kita berpartisipasi dan menyukseskan Asian Games 2018.
*Penulis merupakan dosen Pendidikan Olahraga Universitas PGRI Palembang dan Mahasiswa Doktoral Pendidikan Jasmani Universitas Negeri Jakarta.













