“Sebagai bukti, undangan disebar 2.000 orang namun dihadiri 4.000 lebih yang datang. Mereka datang tanpa diberikan undangan khusus juga tidak dibayar transportasinya. Ini memang sangat luar biasa dalam suatu pesta demokrasi,” ungkap Romi usai acara halal bihalal.
Ia menyampaikan, masyarakat khususnya ibu-ibu dan pemudi di Kota Lubuklinggau sudah tepat dan benar memilih satu-satunya calon yang mewakili suara perempuan pada 27 Juni 2018 mendatang.
Mereka saat ini, dijelaskannya tidak hanya butuh hiburan semata, namun faktor ekonomi dan agama lebih diutamakan, apalagi di zaman sekarang yang notabene perkembangan teknologi sangat cepat.
“Kaum perempuan terutama ibu-ibu menginginkan pendidikan, kesehatan yang benar-benar gratis, pemerataan pembangunan dan banyak lapangan pekerjaan, bukan sekedar slogan semata saat kampanye,” tegasnya.(Era)
Editor : mahardika













