HeadlineSumsel

2020 Lalu Lintas Palembang Great Lock, Ini Master Plan Pemprov Urai Kemacetan

×

2020 Lalu Lintas Palembang Great Lock, Ini Master Plan Pemprov Urai Kemacetan

Share this article

KORDANEWS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan telah menyiapkan dan merancang sistem moda transportasi yang terintegrasi baik air, udara, dan darat.

Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, H Alex Noerdin mengatakan, saat ini kondisi arus lalu lintas Kota Palembang sangatlah padat. Sehingga, membuat kemacetan kerap terjadi di jalan-jalan protokol hingga kawasan padat penduduk.

Bahkan Jembatan Ampera, yang menjadi ikon Kota Palembang sekaligus penghubung wilayah Ulu dan Ilir Palembang pun kerap mempertontonkan kemacetan di jam-jam tertentu.

“Pemda saat ini tengah menyiapkan pengintegrasian moda transportasi. Mengingat Kota Palembang memiliki moda angkutan massal terlengkap di Indonesia baik air, jalan darat, maupun udara,” ujarnya.

Keinginan ini bukan tanpa perhitungan. Alex memprediksi pada tahun 2020, lalu lintas jalan di Kota Palembang berpotensi great lock (macet total) jika hanya mengandalkan jalur darat saja.

“Berdasarkan studi Kota Palembang tahun 2020 lalu lintasnya berpotensi terkunci alias macet total, mobil baru keluar garasi sudah tidak bisa bergerak lagi, saking macetnya, kalau pemerintah tidak siap dari sekarang hal itu bisa jadi kenyataan,” beber Alex.

Keinginan Pemda untuk mengatasi mimpi buruk Palembang pada tahun 2020 tersebut coba direalisasikan dengan membangun moda transportasi masal seperti LRT (Light Rail Transit) dan berbagai akses tambahan seperti jembatan, fly over dan menambah kuantitas transmusi.

Kombinasi semua moda transportasi massal termasuk angkutan daring menjadi penyokong untuk mendorong masyarakat menggunakan LRT dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Alex menuturkan, saat ini, LRT belum sepenuhnya rampung, masih ada beberapa penyelesaian jalur yang terus dikebut sampai semua ruas tersatu melayani semua rute sepanjang 23,4 Kilometer.

“Sekarang ini baru satu ruas untuk rute bandara – Jakabaring dari total tiga ruas, kontraktor terus kebut pengerjaanya, tetapi tanggal 15 juli nanti saat diresmikan masyarakat sudah bisa menikmatinya,” ujar Alex.

Dia menjelaskan pengadaan LRT sudah melalui studi dan perencanaan yang matang di semua aspek, sehingga tidak perlu lagi ada kekhawatiran apalagi kecurigaan jika LRT hanya proyek mercusuar atau ajang eksistensi kemewahan belaka.

“Jadi kalau ada yang mengatakan LRT proyek mercusuar, itu sangat keliru dan salah. Ini proyek antisipasi 2020 yang manfaatnya untuk masyarakat, lagipula pembiayaan membangunnya murah, pembebasan lahan juga tidak rumit, teknologinya paling tercanggih dan sudah sesuai dengan jumlah penduduk Kota Palembang yakni 1,2 Juta jiwa,” ujar Alex. (Ab)

Editor: Janu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *