“Lalu ada 3.000, sekitar 800 lembaga keuangan publik. Nah operasi perbankan itu. Itu kan ada orang menabung, deposito kan, saya misalnya Rp 100 juta, itu dalam pencatatan akutansi itu utang bank. Memang betul itu utang bank. Kita punya piutang pada utang tadi. Itu Rp 3.800 triliun dana publik. Betul dalam akuntansi utang, tapi karena perusahaan, utang tadi diberikan orang yang butuh uang, yang disebut kredit,” bebernya.
Erani menyayangkan apabila Prabowo membaca data tersebut mentah-mentah dari timnya.
“Kata kuncinya itu operasi korporasi. Kan kasihan kalau kemudian, saya kasihan beliau diberi laporan yang tidak cermat dari timnya. Kita menyayangkan itu,” pungkasnya.(net)
Editor : mahardika













