Namun, pernyataan itu kemudian banyak dikritik dan berbuah pelaporan Habiburokhman kepada Bareskrim Polri oleh Danick Danoko seorang mahasiswa. Danick mengatakan dirinya mengetahui kondisi di Pelabuhan Merak saat H-2. Ia menilai pernyataan Habiburokhman sebagai sebuah kebohongan.
Meskipun demikian, Jamil mengatakan saat dirinya keluar Tol Merak pada pukul 08.10 WIB setelah berangkat dari Bogor setelah subuh kepadatan sempat terjadi menuju pelabuhan. Namun, di dalam pelabuhan sendiri, kata dia, kemacetan atau kepadatan dan antrean tidak terjadi.
Jamil mengatakan selama hampir 30 tahun mudik dari Bogor menuju Lampung, mudik pada tahun ini lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, waktu tunggu di pelabuhan rata-rata lebih baik dibandingkan sebelumnya.
“Saya sudah 30 tahun bolak-balik Lampung ke Jakarta karena orang tua saya di Lampung. Saya bandingkan mudik tahun ini menurut saya lebih lancar daripada sebelumnya,” ujar Jamil yang juga merupakan CEO Kubik Leadership sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kepemimpinan dan pengembangan personal.(net)
Editor : mahardika













