KORDANEWS – Masyarakat yang memantau hasil hitung cepat yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga survei Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan dan Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Palembang dibuat kebingungan.
Kebingungan tersebut akibat banyaknya lembaga survei yang merilis hasil hitung cepat yang berbeda-beda. Hal tersebut diungkapkan oleh Ridho (28). Menurutnya, sejak sore hari kemarin dirinya sudah memantau hasil pemilihan kepala daerah. Namun, derasnya arus informasi membuat dirinya kebingungan.
“Bingung juga melihat hasil hitung cepat. Lembaga A bilang begini, sedangkan lembaga B bilang begitu, apa lagi beberapa paslon sudah mengklaim kemenangan,” bebernya.
Sementara Dina (23) mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi di Palembang membenarkan pendapat tersebut. Banyak masyarakat yang menantikan hasil Pilkada dan derasnya arus informasi yang sampai membuat, sebagian masyarakat bingung. Meskipun hitung cepat bukan hasil resmi dari KPU,
“Soalnya angka-angka yang muncul dari berbagai lembaga menyebar dengan cepat dan menimbulkan pertanyaan bagi publik. Majunya informasi malah menambah ramai kebingungan itu, lantaran semakit cepatnya informasi yang bisa diakses dari manapun,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan Aspahani, mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan menantikan hasil akhir penghitungan yang dilakukan oleh KPU. Menurutnya, hingga hari ini penghitungan suara belum final.
“Kita juga menggunakan Aplikasi SITUNG untuk menghitung perolehan suara namun, itu hanya kita jadikan acuan untuk data yang akurat, tapi ini juga jangan dijadikan pedoman hingga real count dan pengumuman resmi dari KPU Sumsel hingga tanggal 9 Juli 2018 nanti,” tambah Aspahani. (Ab)
Editor: Janu













