KORDANEWS – Tingginya kebutuhan darah setiap bulannya di Kabupaten OKI membuat PMI kewalahan menyediakan stok darah. Mengingat pada bulan Ramadan sempat mengalami kekosongan akibat rendahnya partisipasi masyarakat dan partisipasi perusahaan – perusahaan, membuat stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten OKI minim.
Sekretaris PMI Kabupaten OKI, Sirni Lestari berharap agar pihak perusahaan dapat berpartisipasi dalam kegiatan sosial ini untuk membantu sesama.
“Partisipasi pihak perusahaan dalam bakti sosial donor darah sangat minim sekali, meskipun OKI banyak sekali perusahaan besar yang bergerak di bidang perkebunan tapi belum ada yang berpartisipasi,” ujar Sirni.
Diungkapnya, tahun ini saja hanya dua perusahaan yang menggelar donor darah PT Waskita Karya dan PT OKI Pulp and Paper Mills.
“Untuk itu dalam waktu dekat kita akan segera berkoordinasi dengan pemerintah agar perusahaan yang ada di OKI dapat ikut menggelar donor darah,” ujarnya.
Selain minimnya kegiatan donor darah, berbagai sarana dan prasarana di PMI OKI juga masih kurang.
“Untuk kendaraan operasional hanya ada satu unit dan itu pun sudah tua, kemudian prasarana lainnya belum ada. Kami akan coba menyusulkan kepada Pemerintah OKI agar mendapat bantuan,”
Masih kata Sirni, saat ini ada sekitar 20 pendonor aktif. Namun itu tidak bisa memenuhi kebutuhan darah di UGD RSUD Kayuagung yang banyak membutuhkan darah, sehingga terpaksa pasien menggunakan donor keluarga.
“Inilah cara yang efektif untuk membantu kekurangan darah yang dibutuhkan pasien,” tuturnya.
Ia berharap ke depan pemerintah dapat membantu kebutuhan darah di OKI dan memberikan fasilitas dalam mendukung kegiatan donor darah, sehingga tidak lagi terjadi kekurangan stok darah.
Salah satu pasien RSUD OKI rudi mengaku, stok darah tidak ada terpaksa ia harus mengajukan pendonor dari keluarganya. “Beruntung kami butuh darah dua kantong dan ada keluarga yang mau membantu,” katanya. (Kat)
Editor: Janu













