“Kami sangat merasa besar pengaruhnya bagi kehidupan kami di sekitar. Dan kami meminta agar kiranya saluran air dan air limbah perusahaan yang dialirkan ke tanah kami dipindahkan karena sangat mengganggu merusak usaha kolam ikan kami tanam tumbuh dan lingkungan keluarga kami selama ini,” terang Afriantoni.
Terpisah, pihak PT Sewatama (PT Meppo-Gen) saat konfirmasi membenarkan adanya laporan warga terkait dugaan limbah yang disebabkan oleh perusahaan mereka. Namun dengan tegas mereka membantah bahwa itu limbah, namun hanya akibat air hujan yang mengalir ke siring warga.
“Untuk masalah aliran itu kami anggap itu hanyalah air hujan bukanlah air limbah, kenapa kami berani bilang seperti itu, sebab kami telah mengecek ke lokasi dan kami udah mengirim ke BLH Sumsel untuk uji lab. Kami siap minum kok, karena itu bukan limbah,” tutur Evan selaku bagian K3 dan Lingkungan Hidup PT Sewatama (PT Meppo-gen). (Ari)
Editor : mahardika













