HeadlineKriminalPeristiwa

Deni Tewas Bersimbah Darah Jadi Korban Begal

×

Deni Tewas Bersimbah Darah Jadi Korban Begal

Share this article

KORDANEWS – Malang dialami Muhammad Deni Setiawan bersama kedua temannya (16) Putra (15) dan Erlangga (15) menjadi korban begal di Jalan Mayor Zubri Kelurahan Suka Jaya, tepatnya depan SDN 127 Palembang, Senin (9/7) sekitar pukul 02.00 dini hari.

M Deni yang merupakan warga Jalan Ponorogo, Kecamatan Sukarame, sudah tidak bernyawa lagi dengan luka bacok di bagian kepala dan punggung oleh pelaku begal diduga berjumlah sekitar 18 orang dan berhasil mengambil sepeda motor Revo. Kedua temannya mengalami luka-luka ringan di larikan ke RS Muhammad Husein Palembang.

Berdasarkan data yang dihimpun, korban Muhammad Deni Setiawan ditemukan warga sekitar TKP Senin (9/7) sekitar pukul 06.00 pagi dalam posisi tergeletak tak bernyawa dengan kondisi bersimbah darah.

Menurut ayah korban Muhammad Zaini (47), dirinya mendapat kabar bahwa anaknya ditemukan meninggal dunia menjadi korban begal.

“Kalau dengar cerita warga kejadian sekitar jam dua malam anak aku ni bawak motor berboncengan tiga. Anak aku, sudah keno bacok itu sempat lari dan minta tolong samo warga sekitar,” ujarnya .

“Tapi idak tau apa warga takut nolong nyo, sedangkan duo kawannyo dibawa warga ke rumah sakit. Anak aku pagi tadi ditemukan sudah meninggal,” katanya ditemui di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Dirinya dengan anaknya memang tidak tinggal serumah, lantaran sudah pisah dengan istrinya. “Deni samo ayuknyo ikut ibunyo tinggal di Jalan S Parman, Lorong Sido Makmur IV, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami. Sedangkan saya tinggal di Jakabaring,” ujarnya.

“Kalau firasat tu ado, Deni ni biaso nyo datang ketempat aku seminggu sekali. Tapi dalam minggu ini dio datang tigo kali seminggu. Terakhir ketemu samo dio malam minggu dio minta duet tigo ratus, tapi cuma aku enjok duo ratus ribu,”tambahnya.

Firasat yang kedua, lanjutnya Zaini bermimpi kalau dua ban motor miliknya hilang dan joknya sudah tidak ada lagi.

“Anak aku tu keseharian nyo anaknyo pediem be idak banyak ulah. Yo aku berharap pelaku nyo cepet ditangkap dan dihukum seberat – berat nyo,” katanya (Dik)

Editor: Janu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *