“Di seluruh Indonesia, dari 126 juta bidang tanah yang harusnya
bersertifikat, baru 26 juta (yang bersertifikat), kurang 82,5 juta. Tahun
ini kita target 7 juta sertifikat. Ini urusan menteri dan Kakanwil. Saya
akan mengecek mana yang selesai dan tidak. Tahun depan 9 juta harus
selesai,” ucapnya.
Lebih jauh, Kepala Negara juga mengimbau kepada masyarakat agar dapat
memanfaatkan sertifikat dengan baik dan tidak digunakan untuk keperluan
konsumtif.
“Kalau mau dipakai untuk agunan silakan. Tetapi saya titip, dihitung dan
kalkulasi dulu. Hati-hati, bisa mencicil tiap bulan tidak? Kalau bisa
silakan,” ujarnya. (Ab)
editor : awan













