Pada kesempatan ini, Presiden naik dari Stasiun Bumi Sriwijaya sekitar
pukul 14.24 WIB dan tiba di Stasiun Jakabaring Sport City pada pukul 14.40
WIB.
Presiden mengaku dirinya sangat senang dengan LRT ini. Ia menuturkan bahwa
seluruh konstruksi, hampir 95 persen, dikerjakan dengan bahan lokal.
_”Local contain-nya_ 95 persen. Keretanya kurang lebih 40 persen jika
dikerjakan oleh INKA untuk gerbong dan gerbong 100 persen. Hanya mesin yang
berasal dari Bombardier, Jerman,” ucap Presiden.
Meskipun hampir seluruh konstruksinya menggunakan produk lokal, Presiden
merasa LRT ini lebih baik dari yang ada di negara maju di Eropa. Hal ini
pun menurut Presiden membuktikan bahwa karya anak bangsa tidak kalah dengan
bangsa lain.
“Ya ini sudah jalan. Ini sudah membuktikan bahwa kereta ringan LRT ini
memang, saya kira lebih dari 90 persen memang dibuat putra-putra terbaik
Indonesia, baik konstruksi dan kereta,” kata dia.
Sementara terkait tarif, Presiden mengatakan bahwa dirinya telah
menginstruksikan Menteri Perhubungan untuk menghitungnya. Jika memang
diperlukan, lanjutnya, untuk permulaan pemerintah akan memberikan subsidi.
“Tetapi belajar dari negara lain butuh waktu 10 sampai 15 tahun. Jangan
dipikir gampang. Oleh sebab itu awal-awal saya perintahkan kepada Bapak
Menteri Perhubungan agar mulai dihitung, kalau perlu menggunakan subsidi
terlebih dahulu. Kalau sudah jadi sebuah budaya, subsidinya ditarik. Bukan
hanya di Palembang saja, tapi nanti di kota lain,” pungkasnya. (Ab)
editor : awan













