“Yang nangkap 3 orang saya sendiri. Ibu itu ngaku dari Depok dan tidak dak ada tempat tinggal, tinggal di hotel tapi dak tau alamatnya. Yang jemput ngantar, dia bilang dak tau,” kata Yusuf.
Yusuf tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya lantaran dihujat banyak orang. Padahal, dia hanya menangkap pencuri.
“Jadi tolong kalau salah ya saya salah. Yang maling rame-rame jam 7 malam merasa punya sendiri aja, tidak ada rasa takut padahal masih sore. Mungkin lebih ada salah juga yang nyebar vidio semoga diampuni niat baiknya. Amin,” kata Yusuf.
Meski berhasil menangkap komplotan maling, namun Yusuf justru mendapat getahnya. Ia dibully habis-habisan. Bahkan dia langsung dimutasi.
Pencopotan Yusuf tertuang dalam surat telegram rahasia bernomor KEP/233/VII/2018 tertanggal 13 Juli 2018. Ia dimutasi sebagai pejabat menengah (Pamen) Pelayanan Markas (Yanma) Polda Kepulauan Bangka Belitung.
Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengungkapkan, Kapolri Jendral Tito Karnavian marah besar atas perbutan anak buahnya.
“Terkait dengan video pemukulan itu, Kapolri marah besar. Kapolri marah dan akan copot AKBP Y hari ini juga,” ujar Iqbal.(net)
Editor : mahardika













