Rekaman itu juga menunjukkan meriam dan senjata yang diselimuti biota laut, juga jangkar dan kemudi kapal.
“Lambung kapal rusak parah akibat tembakan, buritannya hampir patah, tapi geladak dan bagian sisi kapal masih utuh,” kata perusahaan penemu, Shinil Group, dalam pernyataan.(net)
Editor : mahardika













