KORDANEWS – Rico, seorang narapidana yang mendekam di Lapas Klas II/B Muara Enim terpaksa dirawat di klinik setelah ditusuk teman satu selnya, Senin (23/7/2018).
Warga Karang Agung, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI tersebut ditusuk oleh napi yang belum diketahui identitasnya saat sedang bersantai di dalam sel menggunakan gunting.
Ini dihimpun, kejadian berawal saat para napi sedang asyik bersantai. Entah siapa yang memulai, salah seorang napi langsung menusuk bagian anggota tubuh korban dengan menggunakan gunting.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tusuk di perut dan langsung mendapat perawatan oleh perawat lapas kelas II B Muara Enim.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Muara Enim, Rudik Erminanto melalui bagian pembinaan, Mirwan membenarkan kejadian tersebut.
“Memang benar kejadian tersebut, mereka ribut. Saat ini korban sudah dirawat oleh perawat kita, kita disini hanya ada perawat belum memiliki dokter sendiri,” ujar Mirwan saat ditemui Kordanews, Selasa (24/7/2018).
Saat disinggung mengenai adanya gunting yang dimiliki oleh napi, dirinya mengakui itu karena kelalaian pihak lapas.
“Kita sudah lakukan sweeping terus, saat tamu mau masuk kita periksa, bahkan kita periksa menggunakan X-Ray. Namun adanya sajam di dalam lapas itu karena mereka memanfaatkan barang yang ada, seperti sikat gigi, sendok, dan lain sebagainya. Memang kita terus awasi semua napi, ya tapi kan kita juga terkadang kebobolan terus,” terang Mirwan.
Sementara orang tua korban, Syurkati, saat dihubungi awak media sangat menyayangkan kejadian tersebut. Dia mempertanyakan adanya bentuk senjata tajam di lapas, padahal itu tidak boleh.
“Saya berharap kepada pelakunya agar diproses oleh aparat penegak hukum,” harapnya. (Ari)
Editor: Janu













