KORDANEWS – Sebelumnya terkendala, akhirnya Jembatan Musi VI kini telah menemukan solusi.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Jembatan Musi VI, Fauzi mengatakan, pihaknya telah melakukan pembongkaran di beberapa persil lahan yang menghambat pembangunan jembatan pendukung Asian Games nanti.
“Itu memang program yang sudah lama yang terkena lokasi untuk pembangunan jembatan, namun baru terealisasi sekarang karena sudah dibayar,” katanya.
Untuk pembongkaran persil yang dilakukan, diakuinya belum mengetahui secara pasti dimana saja titik-titik Persil, disebabkan PPK untuk pembebasan lahan berbeda.
“Karena saya tidak di lokasi jadi belum tahu pasti, tapi yang jelas kami dari fisik dapat informasi pembebasan lahan sudah dibayar sehingga masyarakat sudah seharusnya mengosongkan. Kita tawarkan silakan mau bongkar sendiri atau kita bongkar. Kita tetap manusiawi, siapa tahu masih ada material yang bisa digunakan,” ujarnya.
Namun setelah rampung pembebasan lahan, pihaknya akan segera melanjutkan progres pembangunan Jembatan Musi VI seperti mulai melakukan persiapan pembersihan puing-puing dan melakukan pemancangan pilar jembatan baik di daerah Ilir maupun Ulu.
“Pilar yang harus dibangun masih cukup banyak, sekarang baru pilar ke empat. Apalagi nanti masih butuh untuk pembuatan kaki seribunya, jadi masih banyak,” ujarnya.
Untuk waktu yang dihabiskan dalam pengerjaan pilar jembatan, dirinya belum bisa memberikan gambaran berapa lama waktu yang dibutuhkan.
“Kita tergantung pada PPK untuk pembebasan lahan, kita masih koordinasi. Kalau lahannya siap kami langsung kerja. Ibaratnya kami tak mau ambil resiko jangan sampai saat lagi kerja nanti ada parang yang muncul, kami ingin pastikan benar-benar clear areanya,” pungkasnya. (Ab)
Editor: Janu













