“Kami telah melakukan mendeklarasikan lanskap Nusantara, dengan tonggak sejarahnya yakni bumi Sriwijaya, Kota Palembang, ini adalah komitmen bersama untuk mengembangkan pendekatan lanskap sebagai pendekatan pengelolaan bentang alam di Indonesia, “jelasnya.
Namun, diakuinya untuk memadukan hal ini tentunya diperlukan berbagai upaya seperti adanya hukum dan lain sebagainya termasuk dengan teater, disebabkan membutuhkan waktu yang sangat panjang. Apalagi masyarakat dengan situasi sekarang tentunya banyak mementingkan pribadinya.
“Jadi perlu sosialisasi terus menerus dan tentunya alam juga harus diselamatkan,”ungkapnya
Walaupun begitu, apa yang dilakukan untuk membuat harmonis kembali hubungan antara alam dan manusia, dengan Lanskap Nusantara ini diharapkannya dapat memberikan pencerahan.
“Manusia dan alam itu bisa bersahabat jadi seiring dengan kemajuan kota juga diimbangin dengan mempertahankan sebuah kebudayaan,” tutupnya. (Ab)
EDITOR : AWAN













