KORDANEWS – Kemarau yang melanda Bumi Seganti Setungguan beberapa bulan terakhir ini berpotensi besar terjadi kebakaran khusunya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kepedulian dan kesadaran masyarakat sangat perlu untuk mencegah supaya hal tersebut tidak terjadi. Apalagi, dampak dari kebakaran, tidak saja akan merusak alam dan ekosistem namun bisa juga berimbas kepada warga itu sendiri.
Hal tersebut seperti dikatakan Kepala Manggala Agni Daops Lahat, Chandra Irfansyah, saat memberikan kepada pembinaan masyarakat peduli api (MPA), Sabtu (28/7/2018).
Dalam hal pencegahan Karhutla pihaknya sendiri berharap peran serta masyarakat khususnya upaya pencegahan, aktif melaporkan kepihak terkait jika terjadi Karhutla. Apalagi saat kebekaran terjadi masyarakat yang lebih dahulu berhadapan dengan api.
“Untuk menumbuhkan kepedulian tersebut makanya kita gencar sosialisasi termasuk melakukan pembinaan MPA ini,“ terangnya, di Kantor Manggala Agni Daops Lahat.
Tak hanya warga, pihaknya juga bekerjasama dengan Polri dan TNI baik dalam hal penanggulangan maupun sosialisasi dan merespon cepat apabila ada laporan terkait Karhutla walau Kabupaten Lahat bukan merupakan daerah berlahan gambut.
“Potensi tetap ada. Tapi sejauh ini potensi ini tidak terjadi karena selain patroli rutin Lahat juga didukung wilayah mineral,” jelasnya.
Ditempat yang sama, Kepala Seksi Balai PPIKHL Wilayah Sumatera, Didik Suprijono menuturkan hingga kini belum ada potensi karhutla yang besar terjadi di wilayah Kabupaten Lahat.
Namun pihaknya mengajak warga agar selalu waspada dan siaga, dengan upaya pendeteksian secara dini dengan peningkatan kerja diantaranya patroli rutin terus dilakukan.
“Saya mengimbau ke masyakarat agar wapada terhadap kebakaran hutan dan lahan hindari kegiatan membakar, Saya mengajak kepada masyarakat agar menjadi motor penggerak masyarakat lainnya dalam mencegah Karhutla,” ajaknya.
Editor: Janu













