KORDANEWS – Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap seorang pegawai PT Perusahaan Listrik Negara, AHD alias Opung (46), di Pekanbaru, Riau, lantaran diduga terlibat kegiatan terorisme.
Dia dituding menjadi penyandang dana aksi penyerangan hendak dilakukan selepas kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Kepala Kepolisian Daerah Riau Inspektur Jenderal Polisi Nandang mengakui perihal penangkapan tersebut. Namun dia belum bisa bicara banyak dan rincian lebih lanjut karena masih dalam pengembangan.
“Masih pengembangan,” kata Nandang.
Menurut informasi yang dirangkum, penangkapan terhadap kelima terduga teroris itu dilakukan tim Densus 88 dibantu Polda Riau sejak pukul 07.00 WIB hingga 12.20 WIB, pada Jumat (27/7) kemarin.
Mereka adalah RH alias Abdullah alias Yusuf. Ia ditangkap di Jalan Kesehatan, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukitraya. Kemudian MPA alias Boy ditangkap di Jalan Gajus, Kecamatan Sukajadi, N ditangkap di Jalan Hangtuah, Kecamatan Limapuluh.
Selanjutnya, AHD alias Daulay ditangkap di parkiran PT PLN Rayon Simpang Tiga, Kecamatan Marpoyan Damai dan R ditangkap di Jalan Daru-daru III, Kecamatan Tenayan Raya. Seluruhnya merupakan anggota kelompok A alias Abdurrahman dan HS alias Abu Rafiq.
Sebagaimana dilansir Antara, kediaman Daulay di perumahan RT 01/RW 03, Kelurahan Perhentian Marpoyan sempat digeledah polisi. Dari rumah itu, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa laptop, ponsel, buku-buku, dan beberapa kotak kardus.
Dugaan keterlibatan Daulay disebut berdasarkan pengakuan dua warga Pekanbaru yang ditangkap di Palembang pada 14 Mei lalu. Mereka adalah HR alias AR (38) dan HS alias AA (39).
Dari kesaksian keduanya, mereka mengaku diperintahkan melakukan aksi teror di Mako Brimob Kelapa Dua, pascakerusuhan yang dilakukan para narapidana teroris.
Meski begitu, para tetangga masih tidak yakin kalau Daulay terlibat jejaring teroris. Sebab lelaki itu dikenal sebagai sosok alim serta memiliki pergaulan yang baik dengan masyarakat.













