Selain itu, ia mengungkapkan pendakian gunung bukanlah misi satu-satunya,
akan tetapi ketiga atlet tersebut akan membawa misi pertukaran budaya dan
melakukan pendataan muslim yang berada di bawah kaki gunung elbrus.
“Disana nanti akan ada pertukaran budaya, antara budaya kita dan budaya
orang disana, jadi misi kita bukan hanya untuk mendaki gunung saja, ”
ujarnya.
Dalam keberangkatan kali ini, mereka juga
mendapat bantuan dari Kementrian Pendidikan dan Olahraga Republik Indonesia
(Kemenpora RI) berupa transportasi dan penginapan selama di Rusia, dengan
seperti ini semoga kain songket dikenal banyak orang dan diakui sebagai
warisan pendahulu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Selatan,
Akhmad Yusuf Wibowo mengatakan, sangat menyambut baik dan apresiasi
setinggi mungkin kepada mereka karena mencintai alam dan isi nya, ini
merupakan ekspedisi yang berbahaya pastikan semua kesiapan kesehatan maupun
mental yang siap.
“mereka sangat hebat dalam ekspedisi ini, semoga bisa membanggakan songket
dan mencintai alam sebagai anugrah pemberian Tuhan,”katanya.
Sebelumnya mapala Alfedya juga telah
sukses mengibarkan songket di tujuh puncak gunung tertinggi di Indonesia,
seperti gunung kerinci, bukit raya Kalimantan, Semeru, Binaya Maluku,
Rinjani, Lati Mojong dan terakhir puncak Cartenz di Papua. Kali ini dengan
tema songket menyapa Eropa mereka mencoba kembali kesuksesan untuk
mengibarkan kain khas Sumsel itu. (Ab)













