KORDANEWS – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Lahat, mengambil sampel air sumur warga Desa Arahan, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat. Hal tersebut sendiri sejalan laporan warga yang mengeluh air sumur menghitam diduga kena debu batubara. Tak hanya air, tanah dan udara juga dicek.
“Sampelnya sudah kita ambil seperti halnya air sumur warga. Nah sampel ini akan kita cek ke laboraturium sehingga diketahui apakah benar itu dampak debu batubara Yang dituduhkan warga, ujar Kepala DLH Lahat, Ir H Misri MT, melalui Kabid Penataan dan Penaatan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Lepi Desmianti ST MT.
Meski sampel tersebut masih dalam tahap pemeriksaan, Lepi meminta kendaraan angkutan batubara yang keluar dibersihkan, bila perlu bannya disemprot air. Diungkapkanya, air sumur warga yang menghitam ini disinyalir tercemar batubara yang diangkut kendaraan saat menuju stokfile dan tempat bongkar muat di Stasiun Banjarsari. Untuk itu Lepi menekankan pada perusahaan agar angkutan batubara yang keluar stokfile dibersihkan terlebih dahulu.
“Sisa batubara yang tercecer dipinggir jalan, juga harus diambil dan dimasukkan dalam karung. Karena secara kasat mata saja, dampak debu dikiri kanan jalan dekat stasiun sudah sangat terlihat,”kata Lepi.
Sementara itu, setidaknya ada empat perusahaan yang melakukan bongkar muat di stasiun Banjar Sari yakni PT. RUBS, PT. KALOG, PT. BME dan PT. GGB. Sebelumnya, ratusan ibu rumah tangga desa setempat sempat melakukan aksi protes adanya kondisi tersebut.













